Penyakit Kuning Harus Ke Rumah Sakit

Tentunya Saat Mengalami Penyakit Kuning Harus Ke Rumah Sakit

Hasil gambar untuk gambar orang penyakit kuning

Penyakit Kuning Harus Ke Rumah Sakit. Tentunya penyakit kuning itu bukan suatu hal yang sepele, jadi jika mengalami ini harus segera di tangani oleh dokter.

Untuk penyakit kuning sendiri ini adalah kondisi dari menguningnya kulit saat di bagian putih mata ( sklera ). Tentunya penyakit kuning ini bukanlah suatu penyakit, melainkan tanda dari suatu penyakit.

Pada bayi yang baru lahir ini, penyaki kuning ini sangat normal sekali terjadi, jadi bukan sesuatu yang harus di khawatirkan. Kondisi ini tentunya terjadi pada saat bayi sedan berusia 2- 4 hari, serta nantinya akan menghilang kurang lebih 1 sampai 2 minggu.

Tapi jika penyakit kuning ini terjadi pada 24 jam setelah bayi lahir / tidak meenghilang setelah bayi sudah berusaia 14 hari, konsultasikanlah terhadap dokter.

Penyebab Timbulnya Penyakit Kuning

Tentunya penyakit kuning ini telah di sebabkan oleh penumpukannya zat yang bernama bilirubin di dalam daerah aliran darah. Billirubin ini tentunya terbentuk dari penghancuran terhadap sel darah merah.

Pastinya setiap orang memiliki kadar bilirubin normal yang sangat berbeda – beda sesuai dengan usianya. Selain itu juga terhadap kasus tertentu, penyakit kuning juga bisa di sebabkan oleh kelainan yang terdapat dari empedu hati. Contohnya ini seperti abses hepar serta infeksi / peradangan kantong empedu.

Perlu di ketahui juga pada orang dewasa, kadar dari bilirubin normal ini di bawah 1,2 md / dl. Sedangkan untuk anak – anak yang di bawah usia 18 tahun, kadar adari bilirubin normal ini adalah di bawah 1 mg / dl.

Untuk bayi baru lahir, kadar bilirubin normal tergantung kepada usia bayi baru lahir. Berikut di bawah ini penjelasannyadi antaranya adalah :

  • Usia kurang dari 1 hari : di bawah 10 mg / dl.
  • Usia 1 sampai 2 hari : di bawah 15 mg / dl.
  • Usia 2 sampai 3 hari : di bawah 18 mg / dl.
  • Usia lebih dari 3 hari : di bawah 20 mg / dl.

Tentunya bayi dengan kadar bilirubin yang di atas normal harus segera di tangani dengan cepat. Karena bila kadar bilirubin telah mencapai 25 mg / dl. Pastinya bayi kuning tersebut dapat beresiko mengalam kerusakan pada otak, kehilangan pendengaran serta akan terserang penykait yang bernama cerebral palsy.

Gejala Dari Penyakit Kuning

Sudah pastinya penderita dari penyakit kuning ini kulit, mata, dan lapisan dalam mulut atau hidungnya akan kelihatan kekuningan. Selain itu penderita penyakit kuning biasanya akan mengeluarkan feses berwarna seperti dempul dan urine yang berwarna seperti teh. Ada juga berbagai gejala lain seperti demam dan nyeri otot.

Pengobatan Dari Penyakit Kuning

Sudah jadi kewajiban dokter pastinya akan melakukan beberapa tes kadar dari bilirubin di darah pasien, kemudian akan melakukan beberapa tes tambahan.

Contohnya speerti tes darah, tes urine, tes pemindaian serta biopsi hati untuk mencari tahu penyebab dari penyakit kuning ini. Untuk pengobatan dari penyakit kuning tentunya tergantung dari penyebabnya yang telah mendasarinya. Di bawah ini ada pengobatan dari penyakit kuning di antaranya adalah :

  • Pengobatan pre – hepatic, untuk mencegah sel darah merah hancur terlalu banyak atau cepat, sehingga penumpukan bilirubin dapat dihindari.
  • Pengobatan intra – hepatic, untuk memperbaiki kerusakan hati, dan mencegah meluasnya kerusakan pada organ tersebut.
  • Pengobatan post – hepatic, untuk menghilangkan sumbatan di dalam saluran empedu dan pankreas.

Sudah pastinya penyakit kuning ini dapat di cegah. Baik dengan cara mendapatkan vaksina dari hepatitis A serta B. Meminum obat dari penyakit malarian serta harus bisa membatasi konsumsi dari minuman alkohol, berhenti merokok dan sebagainya.

Pencegahan Untuk Penyakit Kuning

Tentunya di bawah ini ada pencegahan untuk penyakit kuning di antaranya adalah :

 

  • Minum obat pencegahan penyakit malaria sebelum melakukan perjalanan ke daerah yang rawan penyakit
  • Batasi konsumsi minuman beralkohol, untuk mencegah kerusakan organ hati.
  • Hentikan kebiasaan merokok, untuk mencegah penyakit kanker.
  • Jangan menyalahgunakan napza ( terutama berbagi jarum suntik ), serta hindari berhubungan seksual tanpa pengaman dan berganti pasangan, agar tidak tertular hepatitis B dan hepatitis C.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih, agar terhindar dari hepatitis A.
  • Gunakan alat pelindung diri di lingkungan kerja agar tidak terpapar dengan zat kimia yang dapat memicu kerusakan organ hati.
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai risiko dan manfaat dari obat-obatan yang digunakan, karena beberapa obat, seperti paracetamol, dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati atau memicu timbulnya gejala penyakit defisiensi G6PD.

Itulah penjelasan dari penyakit kuning. Semoga sangat bermanfaat artikel yang kami buat ini.

Baca juga Fungsi Ruang Isolasi Rumah Sakit

 

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.