Bumil Harus Berangkat Ke Rumah Sakit

Kapan Tentunya Bumil Harus Berangkat Ke Rumah Sakit

Hasil gambar untuk gambar bumil

Bumil Harus Berangkat Ke Rumah Sakit. Tentunya sekali Bumil harus datang ke rumah sakit saat masa keliharan sudah mulai mau tiba.

Pastinya bumil akan mengalami kontraksi – kontraski. Tapi saat sudah sampai di rumah sakit malah di haruskan pulang lagi, karena masa persalinan belum tiba. Jika begitu jadi kapan bumil harus datang ke rumah sakit ?

Tentunya jika semakin dekat hari kelahrian, semakin Bumil akan makin waspada dengan tanda – tanda dari persalinan, terutama kontraksi pada perut. Tapi ada ssaja yang bisa membuat bumil salah prediksi serta berangkat terlalu cepat ke rumah sakit.

Pastinya selain bolak – balik juga bumil jadi harus menginap juga di rumah sakit sebelum waktunya. Padahal lebih nyaman lagi jika istirahat di rumah bukan ?.

Waktu Yang Tepat Bagi Bumil Untuk Ke Rumah Sakit

Tentunya ada tanda – tanda yang perlu bumil perhatikan serta menjadikannya patokan, untuk bisa mengetahui kapan persalinan akan segera tiba antaranya adalah :

Kontraksi

Tentunya bumil sangat di sarankan untuk berangkat ke rumah sakit ketika mulai terjadi kontraksi pada rahim. Namun, bedakan antara kontraksi palsu dan kontraksi yang sesungguhnya. Kontraksi palsu bisa terjadi dari awal trimester ketiga. Kontraksinya pun hilang timbul dan hanya terasa di perut depan.

Pada Kontraksi ini sesungguhnay terasa seperti menjalar dari perut bagian atas / punggung ke arah perut bawah. Pada biasanya bumil akan mengetahui pasti bahwa ini adalah waktu yang sangat tepat untuk persalinan karena kontraksi yang sangat kuat. Hingga sampai bumil tidak dapat berbicara.

Selain itu juga kontraksi akan datang secara teratur setidaknya paling lama 60 detik. Pada awalnya kontraksi akan terjadi setiap kira – kira 15 – 20 menit. Namun, lama-kelamaan kontraksi datang semakin cepat, kira – kira setiap 5 menit.

Tentunya jiga pernah melahirkan secara normal, bumil juga bisa mulai bersiap – siap untuk berangkat jika kontraksi sudah terjadi pada setiap 10 -15 menit. Karena bumil yang sudah melahirkan akan mengalami proses yang lebih cepat pada proses persalinan selanjutnya. Pastinya jika kehamilan pertama, bumil jga bisa menunggu hingga kontraks akan terjadi tiap 5 menit.

Selaput Ketuban Pecah

Pada umumnya, selaput ketuban pecah itu saat kontraksi mulai teratur dan semakin kuat lagi. Tapi juga bisa terjadi pada sebelumnya. Kebanyakan dari bumil akan melahrikan 12 – 24 jam setelah selaput ketuban itu pceah. Maka dari itu segera hubungi rumah sakit bila terjadi ini.

Tentunya air ketuban itu bisa keluar secara perlahan seperti tetesan / rembesan air. Bisa juga menyembur dengan secara tiba – tiba. Kalian harus catat kapan selaput ketuban itu pecah, jumlah air yang akan keluar serta warna ketuban untuk di laporkan ke dokter.

Tanda – Tanda Dari Persalinan

Tentunya selain tanda – tanda di atas, tentunya juga ada tanda persalinan yang bisa menjadi ” patokan ” bahwa sebentar lagi itu adalah waktunya bumil harus berangkat ke rumah skait.

Tanda – tanda inilah merupakan bagian dari fase awal persalinan, dan salah satunya adalah kontraksi palsu yang sudah dibahas sebelumnya.

Penurunan Bayi

Kadang juga saat bumil bias merasakan bayinya semakin turun ke rongga panggul serta akan menetap dalam posisi yang siap untuk keluar. Tentunya pada kondisi ini bumil akan merasa sering ingin membuang air kecil. Karenan rahim semakin menekan pada kantung kemih.

Keluar Lendir Dari Vagina

Tentunya dengan seiring dengan kontraksi lain, leher rahim juga pastinya akan membuka sedikit demi sedikit. Pastinya ketika leher rahim terbuka sangat lebar, lendiri dari leher rahim tentunya akan keluar melalui vagina. Perlu di ketahui juga warna lendir bisa jernih, merah muda, atau bercampur darah.

Jika tanda ini terjadi, bisa jadi bumil akan segera mengalami kontraksi persalinan. Namun, bisa juga persalinan baru terjadi 1 – 2 minggu kemudian. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya bumil tetap memeriksakan diri ke dokter.

Penipisan Serta Pembukaan Pada Leher Rahim

Bila ada pemeriksaan dokter terlihat leher rahim telah terbuka, tentunya bumil akan di sarankan untuk menunggu persalinan di rumah.

Tentunya selama menunggu di rumah, bumil tentunya harus memeriksa kembali barang yang harus di bawah ke urmah sakit. Pastinya harus mengonsmsi makanan yang bergizi, minum air putih yang banyak.

Tapi apabila bumil merasakan tanda bahayanya dari kehamilan seperti perdarahan berat dari vagina, janin tidak terasa bergerak, atau bengkak pada seluruh badan, segera berangkat ke rumah sakit tanpa menunggu lama-lama lagi.

Itulah penjelasan tentang waktu tepat unuk bumil harus berangkat ke rumah sakit. Semoga artikel yang kami buat ini bisa membantu kalian semua.

Baca juga Pengertian Infeksi Nosokomial Dari Rumah Sakit

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.